Halaman

Minggu, 02 Februari 2014

puisi ku part 8 ( Pada Hati )

Mata terpaku oleh peroman wajah nan menawan 
Tatkala disudut pelangi tertoreh keindahan 
Nestapa luluh seketika dibuatnya 
Jemari kian melemah tergenggam nirmala 

Kamu... 
Seolah lentera di gulitanya pejaman 
Seperti teruntuk hati yg kian lara 
Juga seperti maharaja di keabadian lubuk rasa 

Di hadapan lekung bulan kala itu 
Tak nampak bayang semu luka masalalu 
Tersudut oleh meronanya bola mata 
Memaksa ku terdiam menatap mu ... :) 

Aku... 
Mungkin belum beruntung 
Belum beruntung memiliki skenario indah ini 
Sebatas memandang dan meratapi 
Niscaya segala memihak pada hati 

Semakin dalam tergulir lantunan harap 
Tak kian lekang bahkan oleh penat 
Seraya terucap ' Jangan pergi, tetaplah seperti ini, aku menikmati, pada hati :) ' 

Penanti kisah ini 
Finny 
:)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar